A.
Yurtcamp Devon, - liverton, UK
Gambar 1. Yurtcamp Devon
Konsep
glamping menjadi populer dikalangan masyarakat yang ingin merasakan berkemah tetapi tidak ingin
repot-repot membangun sebuah tenda dan membawa banyak
alat survival. Yurtcamp
Devon adalah area
berkemah glamor, atau liburan glamping, yurt terbaik bagi mereka yang mencari
kesederhanaan hidup di bawah kanvas
tanpa melepaskan kualitas dan kenyamanan liburan yang lebih konvensional.
Yurtcamp menyediakan Tempat tidur berukuran King-size dengan fasilitas penunjang lain seperti dapur dengan kompor gas serta wastafel. Namun untuk fasilitas kamar mandi terletak dibangunan terpisah lengkap untuk wanita dan pria memiliki fasilitas penunjang seperti shower air panas dan hair dryer. Fasilitas kamar lain di Yurtcamp adalah akomodasi yang lebih besar untuk keluarga.
| Gambar 4.. Yurtcamp Devon |
Dikelilingi oleh 40 hektar hutan yang indah, Yurtcamp sangat ideal untuk pengamat satwa liar. Pengunjung dapat membawa teropong untuk melihat burung pemangsa, rusa, dan makhluk hutan lainnya. Secara keseluruhan, s itus itu berisi 22 yurt yang tersembunyi di antara pepohonan. Masing-masing memiliki pembakar kayu, lubang api unggun, dan tempat tidur. Disetiap camp juga disediakan kubah sebagai alat penunjang pengamatan di setiap camp. Selain itu, pengunjung dapat hiking mengelilingi kawasan sekitar yurt, karena Yurtcamp menyediakan hiking Track.
B.
Soori Bali –
Tabanan, Indonesia
Kabupaten
Tabanan adalah salah satu tempat paling subur dan indah di Bali. Bentang
alamnya berkisar dari pegunungan vulkanik, persawahan yang hijau dan pantai
pasir hitam yang menghadap ke samudra hindia.
Sehingga lokasi resort ini adalah tempat yang pas untuk sekedar berlibur
atau melarikan diri dape hiruk pikuk keramaian kota karena banyak menawarkan
pemandangan-pemandangan indah.
Soori Bali
didesain dengan prinsip yang terbuka dan dengan arsitektur ramah lingkungan.
Bangunan ini dibuat agar tetap menjaga iklim dan mempererat hubungan dengan
penduduk lokal. Resort ini dibangun dengan pendekatan dengan keaadan sekitar
site untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan mengurangi jejak tapak bangunan
dengan pertimbangan budaya lokal.
Gambar 5-6. Soori Bali
Resort
Pembangunan
Soori Bali yang menggunakan prinsip socio-economical menjadikan penduduk lokal
turut berpartisipasi dalam menentukan proses konsep desain. Material bahan
bangunan yang digunakan pada resort ini juga berasal dari daerah sekitar ( locally sourced ) yang berintergrasi
dengan motif, bentuk dan elemen asli. Hasilnya, bangunan kontemporer yang
berharmonikan elemen lokal.
Desain
teras restoran dan fasilitas spa menggabungkan layar terakota; diadaptasi dan
diadaptasi dari motif tradisional Bali. Layar ini menghasilkan kontras visual
yang nyata bila dikombinasikan dengan lantai teraso yang gelap dan dinding
fitur yang dilapisi batu lava vulkanik abu-abu tua, seperti Batu Candi dan Batu
Karangasem.
C.
Taman Nasional
Sequioia and Kings Canyon Hiking Trails
Taman
nasional tempat Pohon terbesar di dunia menyediakan jalur hiking untuk
wisatawan yang datang. Pengunjung dapat menikmati hutan, pepohonan, sungai, air
terjun yang ada didalam taman nasional ini. Jika beruntung, pengunjung juga
dapat bertemu dengan satwa-satwa yang tinggal didalamnya. Jalur hiking juga
terzonasi berdasarkan tingkat kesulitan dan kelompok tanaman yang akan dilihat
serta memiliki estimasi waktu yang berbeda-beda yang bisa dilihat pengunjung
melalui website sebelum melakukan perjalanan. Setiap jalur juga memliki pos
check point untuk beristirahat dan terdapat sumber mata air.
Gambar 7-8. Sequoia Hiking Track
D.
Spanish- Portugese
Agricultural Research Center – Spanyol
Bangunan
ini difungsikan sebagai laboratorium eksperimen Pertanian dan pemeliharaan tanaman juga berfungsi sebagai pusat
penelitian yang berkaitan dengan agrikultur
dibidang psikologi, biochemistry, biologi molekul pada tanaman, fungi
dan mikroorganisme. lingkungan disekitar site terdapat sungai. Arsitek
menggunakan medan site yang ada untuk membuat lansekpa sehingga konsep desain
dapat menyesuaikan keadaan yang ada. Bangunan baru muncul dalam lanskap yang
terisolasi dari lingkungan perumahan
tanpa tatanan yang jelas, dengan bentuk berbeda. Pembangunan kembali topografi
situs mengarah ke dua tingkat: di atas, dengan pintu masuk dari jalan, bangunan
tersembunyi di lanskap, sedangkan tingkat yang lebih rendah membuka ke sungai,
dipisahkan dari tanah oleh tumpukan yang mengisolasi konstruksi kemungkinan
banjir.
Gambar 9-10. Spanish- Portugese Agricultural Research Center – Spanyol
Program
pendidikan terletak yang di lantai atas
bangunan . Program penelitian dan fasilitas pendukung bertempat setengah
terkubur memanjang yang terdapat akses ke layanan bernuansa interior yang
berbeda. Laboratorium terletak di empat kubus bangunan di atas tumpukan, mengarah pada sungai dan dipisahkan sedemikian rupa untuk
pemandangan terpisah berurutan ke tepi
sungai dari area umum. Hubungan antara laboratorium dan program pendidikan ber
komposisi yang luas membantu bangunan untuk mengintegrasikan dirinya ke dalam
lanskap. lantai tertinggi bangunan memiliki akses langsung ke program didaktik
dan administrasi, dan dari bawah dimungkinkan untuk memasuki gedung melalui
area laboratorium. Zona pendukung mereka terkubur secara virtual dengan
memastikan isolasi yang sesuai. Melalui dinding kaca yang dilindungi oleh atap
green-roofing, cahaya mengalir di ruang yang memanjang pada kompleks ini,
didasari ketatnya tuntutan oleh program ruang fungsional, memberikan energi
yang berbeda di jalur landai dan galeri yang memberi jalan ke kompleks
laboratorium yang berbeda.
Gambar 11. Spanish- Portugese
Agricultural Research Center – Spanyol
E.
Skylon Tower – Air Terjun
Niagara, Ontario, Kanada
Salah satu menara intai yang ada di kompleks Air Terjun Niagara adalah Skylon Tower terletak dekat menara Minolta, Skylon Tower menyuguhkan pemandangan 360 derajat ke Air Terjun Niagara dan sekitarnya. Selain itu, fasilitas Lift pengunjung yang tertutup kaca berkapasitas 30 pengunjung akan memberikan pemandangan sekitar air terjun dari lantai bawah hingga ke puncak.
Menara ini
juga menawarkan dek observasi yang memungkinkan pengunjung untuk melihat
pemandangan sesuai kemauan. Selain melihat pemandangan air terjun, pengunjung
juga dapat melihat burung endemic amerika, Falcon dan Elang Botak. Selain itu
fasilitas yang disajikan pada menara ini adalah shopping mall dan restoran yang
berada di puncak menara.
F. Taman Nasional Meru Betiri
1. Letak dan Topografi
·
Lokasi : Taman Nasional Meru Betiri
·
Alamat : Jember, Jawa Timur
·
Topografi Koordinat : 8°21’ – 8°34’ Lintang Selatan dan 113°37’ 113°58’ Bujur Timur.
·
Batas-Batas
Kawasan :
§ Utara : PT Perkebunan Terblasala dan Perum Perhutani RPH Curhtakir
§ Timur : Desa Sarungan dan Kawasan
PTPN XII Sumberjambe
§ Selatan : Samudra Indonesia
§ Barat : Desa Curahnongko, Desa Andongrejo, Desa Sanenrejo, kawasan
PTPN XII Kalisanen, PTPN XII Kotta Blater, dan Perum Perhutani RPH Sabrang
2. Iklim dan Hidrologi
Curah hujan
rata-rata di kawasan ini sebesar 2.300 sampai 4.000 mm per tahun. Musim
penghujan cenderung berlangsung lebih lama dibanding musim kemarau dengan
perbedaan 7 bulan dan 4 bulan
3. Geologi dan Tanah
Berdasarkan
penelitian pada tahun 1976, Taman Nasional Meru Betiri memiliki 3 jenis tanah,
yaitu :
·
Tanah alluvial yang dapat
dijumpai di lembah yang rendah hingga ke pantai.
·
Tanah Latosol yang berada di
lereng dan puncak gunung.
·
Tanah regosol yang berada di
lokasi yang sama dengan tanah Latosol.
kondisi tanah di
bagian selatan taman nasional merupakan percampuran antara tanah mediteran
kuning yang dikenal kurang subur, sementara di bagian utara tanahnya mengandung
batuan vulkanik yang dikenal subur. Kondisi geologi kawasan
ini sangat bervariasi mulai dari berpasir, lumpur, batu lempung dengan sisipan
batu lanau, batu gamping, batu lempung dengan sisipan tuf, batu gamping tufan,
terproplitikn, lava dan tuf, breksi gunung api, basal dengan sisipan tuf, sarta
batuan terobosan.
4.
Ekosistem dan
Zonasi
·
Ekosistem Hutan
Pantai .
·
Ekosistem Hutan
Rawa .
·
Ekosistem Hutan
Hujan Dataran Rendah.
·
Ekosistem Hutan
Magrove.
·
Ekosistem Hutan
Rheopyte.
Pengelolaan
taman nasional menerapkan sistem zonasi dengan total lima zona, yaitu zona inti
seluas 27.915 hektar, zona rehabilitasi seluas 4.023 hektar, zona rimba seluas
22.622 hektar, zona pemanfaatan intensif seluas 1.285 hektar, dan zona
penyangga seluas 2.155 hektar
5.
Flora dan Fauna
·
Flora : bayur
(Pterospermum javanicum),
suren
(Toona sureni),
kemiri (Aleurites moluccana)
glintungan
(Bischoffia javanica)
segawe
(Adenathera microsperma)
pohon Durian (Durio zibethinus)
aren (Arenga pinnata)
langsat
(Langsium domesticum).
·
Fauna
:
Diketahui
ada 29 spesies dari kelompok mamalia serta 180 spesies dari kelompok burung di
taman nasional. Semua spesies dari kedua kelompok tersebut juga tergolong ke
dalam jenis satwa yang dilindungi.
§ monyet kera ekor panjang (Macaca fascicularis)
§ musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus)
§ macan tutul (Panthera pardus
melas)
§ rusa (Cervus timorensis russa)(Cervus
unicolor)
§ kucing kampung (Prionailurus bengalensis
javanensis)
§ bajing terbang ekor sembilan merah (Iomys
horsfieldii).




Komentar
Posting Komentar